Skuter Yamaha C3

barusan browsing-browsing dan mampir ke blog tetangga, nemu gambar skuter matic ini..

Yak, yamaha C3, dengan CC kecil antara 50-125cc cukup handal untuk didalam kota. Dengan model yang sedikit retro-minimalis, dan desain dengan single seat, sepertinya bakalan cocok jika beredar Indonesia. Dengan konsep single seater, posisi dibelakang seat driver bisa digunakan buat yang suka angkut-angkut barang dagangan, pos, atau kurir paket, dll..

yuk kita pelototin gambar-gambar lainnya..

satu kata buat matic ini, Unik..

Nah, kalo sudah liat-liat sekarang waktunya berdo’a biar unit ini bisa masuk Indonesia, tentunya dengan spesifikasi sudah dengan sistem pengabutan injeksi tentunya.

Apabila suatu saat masuk Indonesia, unit ini siap menggantikan si meong nih..

Kanguru

Kanguru

PLTU Labuan, Banten

Aku dan Pasanganku..

Lalat di Pagi hari..

Lalat

Laba-laba

Laba-Laba

Skala Kereta Model

Seperti yang sudah dijelaskan di tulisan sebelumnya, ada beberapa skala kereta model yang digunakan untuk koleksi atau dimainkan di layout. Kali ini aq tampilkan dan bahas sedikit mengenai ukuran dari skala-skala yang dimaksud.

Skalanya antara lain:

Z  = 1:220 gauge 6.5mm, dengan ukuran panjang lokomotif +/- 10,160 cm
N  = 160 gauge 9 mm, dengan ukuran panjang lokomotif +/- 13.970 cm
HO = 1:87 gauge 16.5 mm, dengan ukuran panjang lokomotif +/- 26,670 cm
S  = 1:64 gauge 22,42 mm, dengan ukuran panjang lokomotif +/- 35,560 cm
O = 1:48 gauge 32mm, dengan ukuran panjang lokomotif +/- 47,625 cm
G  = 1:29 gauge 45mm, dengan ukuran panjang lokomotif +/- 101,6o0 cm

Nah dari ukuran skala ini nanti sangat berkorelasi dengan luas minimum lahan untuk membuat layout. Di Jepang, sehubungan dengan lahan yang tersedia untuk rumah mereka sangat kecil, mereka rata-rata memainkan skala N, beberapa diantaranya ada yang memainkan dan mengkoleksi skala Z. Nah tidak jauh di Indonesia, dimana lahan rumah semakin hari-semakin sempit, maka tidak salah untuk memainkan skala N.

Namun tidak menutup kemungkinan buat bermain dengan skala HO, kalau rumahnya cukup luas dan tersedia satu ruangan khusus untuk bermain dan membangun layout. Kalau sudah membangun layout, salah satu dari angan-angan q adalah menggabungkan antara kamod dengan fotografi. Antara ambisi dan kemampuan merealitaskan nih, jadi kalo sudah terwujud, bakalan aq share di sini. Kita sambung lagi di tulisan selanjutnya ya..

KAMOD, Kereta Api Model..

Lama ngga nulis lagi di blog ini, dan ini awal tulisan di tahun baru ini, tahun 2011.. Tulisan aq masih berkaitan dengan beberapa peristiwa, kejadian, hobby, dan segala sesuatu yang terjadi dan aq alami. Kali ini berhubungan dengan hobby, termasuk hobby baru tapi cita-cita dari kecil qu dulu selain cita2 punya kamera DSLR.

Diawali dengan kebiasaan mudik keluarga dulu, waktu aq masih kecil – smp, dari kota Pekalongan menuju Semarang dengan perjalanan KRD dan rumah nenek qu di Ambarawa yang ngga jauh dari museum Kereta Api Ambarawa membuat aq jadi mencintai dunia ular besi ini.

CC 5029

kalo dulu hanya bisa melihat kalo mau mudik dan pas liburan di Ambarawa, sekarang aq mencoba membawa pulang miniatur Kereta Api. Bukan berniat untuk pamer atau apa, aq cuman pengin bercerita mengenai Kereta Api Model. Dari yang aq baca sebelum menggeluti hobby ini, Kereta Model di Indonesia masih dianggap mainan mahal, karena satu unitnya bisa berharga jutaan. Namun kini seiiring berkembangnya produk-produk china dengan lisensi dari produsen utamanya atau produsen membuka pabrik di China, maka hobby ini dapat dikatakan sudah bersahabat dengan kantong kami para penggemar kereta api.

Kereta Model ada beberapa skala yang dimainkan, antara lain skala G (Garden), On30, OO, HO (Half O), N, dan Z. Namun rata-rata yang dimainkan di Indonesia adalah skala HO (1:87) dan N (1:160). Hobby ini perlu memperhitungkan beberapa hal, antara lain : Skala yang akan dimainkan/dikoleksi, Space yang tersedia (berkaitan dengan skala dan lay out yang akan dibangun nantinya), Tema koleksi (Europe / America / Indonesia), dan Tema layout (pabrik, gudang, perkotaan, pedesaan, dll).

Sistem catu daya dan supply power untuk Kereta Model ada beberapa tipe : AC, DC Analog, DCC (DC Digital) dan DCS. saat ini yang banyak di pakai adalah sistem DCC, karena lebih mudah, tidak ribet, dan lebih realistis karenaada fasilitas DCC+Sound, sehingga lokomotif tidak hanya rolling namun juga bersuara layaknya kereta api sungguhan. Ada suara mesin diesel / uap, suara bell, suara rem, hingga suara coupler.

Aq dirumah awalnya mengkoleksi skala HO (1:87) dengan sistem DCC dan ada satu loko uap yang sudah DCC+Sound, namun karena space yang kurang mencukupi maklum masih jadi kontraktor, jadi hanya mengumpulkan dan koleksi saja. Kemudian di tengah pertengahan perjalanan mengkoleksi, iseng browsing di internet aq malah kesengsem dan dapet yang skala N (1:160) DC Analog dan DCC. Ukurannya relatif lebih kecil, sehingga bisa dimainkan di ruang tamu rumah yang sekarang ini.

Sementara ini dulu, nanti aq update lagi. jika tertarik dan berminat dengan Kereta Api Model, silahkan mampir-mampir di ITMC di Facebook atau di Lounge Kereta Api.. silahkan di search.

Macro Fotografi (bagian 1)

Fotografi dari referensi yang saya baca di referensi (dari bahasa Inggris: photography, yang berasal dari kata Yunani yaitu “Fos” : Cahaya dan “Grafo” : Melukis/menulis.) adalah proses melukis/menulis dengan menggunakan media cahaya. Sebagai istilah umum, fotografi berarti proses atau metode untuk menghasilkan gambar atau foto dari suatu obyek dengan merekam pantulan cahaya yang mengenai obyek tersebut pada media yang peka cahaya.[dikutip dari wikipedia]

The Red Eyes

Cabang fotografi cukup banyak, namun yang akan kita bahas pertama kali adalah Macro Fotografi. Apabila diartikan dalam bahasa sehari-hari adalah fotografi dengan cara pengambilan gambar cukup dekat dan membutuhkan perbesaran object. Biasanya perbandingannya 1:1, yaitu ukuran dari foto yang diambil sama dengan ukuran aslinya. Namun tidak menutup kemungkinan apabila perbesarannya bisa berkali-kali lipat, contohnya dalam bidang ilmu biologi dengan menggunakan microscope. Sama dengan fotografi macro, menggunakan prinsip microscope untuk mengambil gambar pada objek. [ ini menurut saya]

Untuk mengambil gambar / foto macro, dibutuhkan beberapa tools utama yaitu : kamera (bisa pocket bisa juga SLR) dan Lensa (ini pasangannya SLR). Tools bantuan dan metode-metode unik, seperti:

  1. Macro Extension Tube (MET), adalah sebuah tools beupa tabung gelap sebagai alat bantu / alat tambahan yang dipasang diantara body dan lensa berfungsi untuk pengambilan foto macro dimana memiliki efek dapat memendekkan jarak fokus ke benda hingga +/- 4 cm di depan object sehingga dapat diperoleh perbesaran dari object. ada 2 jenis MET, yaitu Manual Focus (MF) dan Auto Focus (AF).
  2. Reverse Lens, dengan cara membalik lensa di depan body kamera SLR atau dengan cara di pasangkan pada bagian depan lensa kit atau lensa yang eksisting. Umumnya metode Reverse lens menggunakan jenis lensa 50 mm.
  3. Dioptre Lens, dapat berupa kaca pembesar, filter close up (dengan perbesaran tertentu), filter macro dll. Intinya membantu lensa eksisting dengan perbesaran yang kurang maksimal dapat lebih maksimal dan memendekkan jarak focus ke object.
  4. Lensa Macro, yang ini jelas mahal, untuk tipe Canon 50 mm f/2.8 Macro saja di banderol 2,9 juta. yah, cukup membuat tercekik dompet kita. Namun dengan menggunakan lensa macro, hasil ngga main-main pasti dijamin tajam abies.

Wokeh, malam ini cukup segini dulu yang bisa saya tulis dimari. Besok, lanjut lagi.. apabila ada saran, ide, masukan dan kritikan, langsung aja di bagian komentar ya.. hehee.. thanks..

-batMAN kasarung-

batMANkasarung is Back

Huii… I’m come back..
Akhirnya saya kembali ke dunia perblogingan yang udah lama vacum karena adaptasi siklus dari mahasiswa – pengangguran – pegawai. Sekedar adaptasi untuk mengolah waktu.

Sudah lama sangat, kira2 tahun lalu nulis terakhir di batmankasarung.wp.com, eh paling terakhir kemarin dink.. cuma tulisannya mirip status di FB.. wkkkk *ketawa*

Eh ya, review dari tulisan sebelumnya saya pernah janji buat nulis ttg dunia per-macro-an, salah satu cabang dunia peminatan di fotografi.

Sayah siapkan dulu materi dan foto-foto tools untuk ngejepret macro.

see u..