Backpacker, Goes to Museum KA Ambarawa.

locomotifHmm, siang guys,, Bandung siang ini mendung bgt. Tiba2 gw teringat buat ngeposting Blog ini. Lupa bgt, padahal udah 2 minggu yang lalu gw siapin. Akhirnya,, gw posting juga.

Senin tanggal 6 oktober 2008, gw berangkat dari rumah di Purwokerto menuju Ambarawa, sebuah kota kecil di selatan Semarang (+/- 30 – 40 km dari Semarang). Dengan berbekal 4 stel baju-celana, dan sebuah motor Yamaha Mio Sporty rakitan 2007, gw meluncur dengan pasti dengan kecepatan rata-rata 60-80 km/jam.

Rute yang gw tempuh Purwokerto-Purbalingga-Banjarnegara-Wonosobo-Temanggung-Bandungan-Ambarawa. Ini rute ke lain yang gw tempuh, setelah sebelumnya gw berangkat ke Ambarawa muter dulu lewat Purworejo-Magelang.

Hmmff langsung ajah,, sampe dilokasi, kota Ambarawa yang 2 tahun udah ga gw jamah karena gw sibuk bolak balik Bandung-Purwokerto, gw langsung menghentikan kendaraan di rumah nenek gw, nyokapnya nyokap gw (halah, susah bgt bahasanya). Sudah lama gw ga kesini, ternyata sebagian besar ngga ada perubahan yang signifikan. Hanya terdapat penambahan beberapa penduduk baru di sekitar rumah nenek gw. Seharian itu gw beristirahat dan ngademin mesin motor.

Keesokan harinya, selasa 7 oktober 2008 tepat jam 05.30, gw melangkahkan kaki menuju ke museum KA Ambarawa. Lokasinya ngga cukup jauh dari rumah nenek gw, cuma 1,5 km dengan menelusuri rel KA yang udah berusia ratusan tahun, dengan bantalan kayu jati yang melapuk dan plat baja yang sudah mulai tertimbun tanah.

museum

Ngga lama sekitar 20 menit, gw nyampe ke lokasi, gw lewat pintu belakang siy, tepatnya dari arah KA keluar menuju rute KA Uap Wisata Ambarawa-Bedono.

Dari pintu belakang nampak beberapa koleksi lokomotif yang berusia lebih dari dari satu abad dan kondisinya kurang terawat, banyak parts yang hilang disana-sini hingga karat dan plat-plat besi yang sudah mulai keropos. Sungguh merana nasib koleksi-koleksi lokomotif di sudut ini.

Namun itu ngga menutup mata gw untuk mencari sebuah lokomotif kesukaan gw dari dl, seri C2821, sebuah loko besar dan tercepat dijamannya. Masih seperti dulu, kondisinya tetap gagah dan seperti punya wibawa tersendiri.

Hawa sejuk di sekitar museum KA masih dapat dirasakan, seger banget, masih alami pa lagi di dukung semilir angin yang berhembus pagi itu. Dari sisi belakang museum juga nampak deretan pegunungan di Jawa Tengah dari tengah hingga selatan, ada Gunung Merbabu, Merapi, Sindoro, Sumbing, dan Gunung Telomoyo.

koleksi lokomotif

Ini dia beberapa dari koleksi lokomotif yang di miliki oleh museum KA Ambarawa. Ada lokomotif yang kecil dan unik, yang bisa lari dengan kecepatan 20 km / jam, yang gw tau dari foto2 yang terpajang di dalam ruang pamer, loko tersebut digunakan untuk menarik Term, sejenis kereta untuk dalam kota seperti di luar negeri.

Di sisi dalam ruang pamer, banyak barang-barang tua yang belum pernah gw liat, kayak speedometer dari KA Uap, lampu lentera yang dipasang di depan KA, Dongkrak, bel, alat pelubang tiket KA, hingga alat telegram produksi Siemens. Ada juga foto2 lokomotif, stasiun, dan suasana pembangunan jalur KA jaman dulu.

Gw berkeliling lagi dari sudut ujung gw masuk ke lokasi sampai ujung depo tempat lokomotif uap yang masih bisa digunakan, hasilnya semuanya ngga jauh berubah, dari suasana hingga kenyamanan lokasi wisata museum KA Ambarawa. Hanya saja masih banyak kerusakan2 di sekitar bangunan dan koleksi yang berada di ujung dan jauh dari pusat perhatian kebanyakan pengunjung.

Rute jalur wisata disini ada 2 macam, yang pertama kereta lori dengan 4 gerbong kecil, tarifnya 10-20ribu rupiah per orang. Rute yang ditempuh Ambarawa – Puntang dan Ambarawa – Jambu (tapi rute yang ini sudah ngga pernah gw liat lagi). Yang kedua adalah Kereta Uap wisata, tarif sewanya 3,25 juta rupiah untuk satu rangkaian kereta lokomotif dan dua buah gerbong. Dan untuk yang kedua ini, bagi kalian yang berminat untuk menyewanya kudu reservasi jauh-jauh hari. Karena butuh persiapan khusus untuk menjalankan lokomotif KA Uap

Oh iya, gw kemaren sempet ngeliat dan ngebantuin proses persiapan lokomotif uap untuk beropoerasi mengangkut wisatawan. Lumayan berat dan melelahkan, tapi asyik juga dan jadi satu pengalaman sendiri buat gw. Ntar selengkapnya gw ceritain di postingan berikutnya.

Intinya gw kasi 3 jempol untuk lokasi wisata ini. Suasana yang asri dan hawa udara yang sejuk di kota Ambarawa menambah nikmatnya berkunjung di museum Kereta Api Ambarawa Di sini sekarang telah tersedia Lokasi untuk sekedar mengganjal perut dan membeli souvenir khas museum KA Ambarawa, apalagi kalau bukan miniatur kereta uap berikut gerbongnya.

So buat kalian yang berminta berkunjung ke Museum Kereta Api Ambarawa, datang saja dan nikmati suasana yang ada di lokasinya. Untuk info lebih lengkapnya bisa dicari di google atau buat yang sering datang ke stasiun KA, bisa ngeliat brosur yang ditempel di stasiun2 terdekat.

3 comments

  1. SAAT AKU SD KELAS III AKU BERKUNJUNG KE SINI PAPAKU DAN REKAN KEL. BESAR KS JABOTABEK /PANDAWA LIMA LUAR BIASA KENANGAN TAK TERLUPAKAN SAAT ITU KEPALA STASIUN AMBARAWA BPK SOEDONO MENGAJAK KELILING PEMANDANG AMBARAWA

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s