Braga Festival – Bandung

Tanggal 30 – 31 Desember 2008, minggu terakhir di akhir tahun 2008, kota Bandung ngadain gelaran acara yang bertajuk Braga Festival. Berlokasi di Jalan Braga, di kawasan kota lama Bandung.

logo-brafes1

Gw berangkat dari kosan tepat pukul 11.00 WIB pada hari kedua dilaksanakannya acara Braga Festival . Dengan mengendarai matic andalan gw sekarang, gw meluncur dengan penuh harapan bisa menjadi salah satu partisipan acara tersebut.
Gw sempet bingung dan ragu karena takutnya ga dapet tempat parkir dan lokasi acara penuh dan padat. Namun hal itu ga gw jumpain di sana.

acara-1

Setelah gw memarkirkan kendaraan gw, gw mulai menyusuri jalan Braga, di mulai dari menyusuri sisi Jalan Braga yang bersimpangan dengan jalan Asia Afrika, karena lokasi terbagi menjadi 2 lokasi, tapi masih sangat berdekatan.
Terlihat panggung dan stan-stan yang terjajar di sana. Ada stan yang menawarkan informasi tentang lokasi wisata di daerah Jawa Barat, lengkap dengan foto2 yang memikat pengunjung.
Dan gw beruntung mengunjungi stan ini, karena gw ngedapetin booklet gratis yang berisi informasi lokasi dan peta wisata di daerah Jawa Barat dan kota Bandung khususnya.
Lumayan juga buat panduan mengunjungi lokasi wisata di kesempatan lain dan hari-hari berikutnya.
Ada juga beberapa stan yang menawarkan kerajinan tangan dan pernak-pernik aksesoris, ada juga stan yang menampilkan foto2 Bandung tempo doeloe terutamadi jalan Braga, antara awal abad 19 samapai dengan beberapa tahun belakangan tahun ini.
It’s nice places buat ambil gambar gedung2 tua dan suasana di sekitar sini. Gw mulai beraksi dengan kamera pocket gw. Satu hal yang gew pingin pelajarin sendiri, pingin dapet hasil jepretan yang optimal dengan kamera seadanya.
Gw mulai jeprat-jepret, walaupun masih amatiran, tapi pede ajah lagi. hehehehe…

Puas di sisi ini, gw berjalan meninggalkan area jalan Braga yang bersimpangan dengan jalan Asia Afrika, menuju jalan Braga sisi lainnya di seberang jalan.
Terlihat pedagang kaos oblong yang bertemakan kota Bandung dan beberapa pedangang asongan yang mangkal di perempatan jalan dan di dekat pintu masuk.
Memasuki area ini, kita disuguhi berderetan stan yang tertata rapi di tengah-tengah jalan beserta panggung music live yang menghibur pengunjung siang hari itu.

acara-2

Stan yang ada disisi jalan ini lebih banyak dan lebih beragam jenisya, mulai dari stan kerajinan, stan kuliner, baik makanan daerah ataupun dari hotel2 bintang 5 di Bandung,
stan Distro dan stan yang menyajikan sejarah lambang negara kita, yaitu burung Garuda. Tidak kalah menariknya beberapa komunitas sepeda kuno di Bandung dan klub motor kuno juga menampilkan koleksinya di sana.
Mengesankan, ternyata masih ada yang melestarikan barang-barang bersejarah milik kita. Dan ingat, benda2 bersejarah seperti jangan di jual ke luar negeri, itu aset sejarah bangsa kita bro,,

Di sini, gw ngga’ lupa kembali mengambil gambar suasana dan gedung2 yang ada di sekitar jalan Braga. Ngga cuma ambil gambar ajah, tapi gw bisa ngerasain jalan kaki dengan bebas di sini.
padahal setiap harinya, jalan ini selalu padat di lewati kendaraan. Dan gw sempet berpikir, kenapa cuma hari in saja di tutup? kenapa hari-hari selanjutnya ngga ditutup?!
Sebearnya kalau Pemkot Bandung mau memajukan potensi wisata kota Bandung, lokasi ini cocok jika di tutup pada malam hari dan sepanjang jalan ini di jadikan lokasi wisata untuk sekedar jalan-jalan ataupun wisata layaknya di Malioboro Yogyakarta.
Tetapi minus kendaraan yang lewat dan hanya pejalan kaki yang boleh berada dan lewat di sini. Tapi itu hanya mimpi sebagian orang saja, termasuk gw.

galeri-acara

Sepanjang jalan, ada toko2 yang menjual benda-benda antik, beberapa penjual hasil seni lainnya seperti lukisan dan kerajinan tangan di sepanjang jalan, ada juga toko yang menjual kue2 dengan resep yang tidak pernah berubah resep dan rasanya sejak jaman penjajahan Belanda dulu.
Gw sempet tertarik buat nyobain kue yang disajikan di tempat itu, tapi kayaknya belum saatnya, karena gw ga bawa banyak duit hari itu dan tujuan gw bukanmau kuliner, tapi jalan-jalan. hehehe…
Mungkin lain waktu saja gw bisa nyobain jajan di sana. nanti kalo gw sempet icip-icip, gw bakalan cerita di sisni.

Setelah puas berkeliling dan dapet hasil jepretan amatir, gw melangkah pulang. Tapi gw berpikir, kalo gw kesini cuma foto2 suasana dan pemandangan saja tanpa membawa sebuah kenang2an kayaknya ga ngerasa puas.
Akhirnya gw berhenti di sudut sekitar area foto2 dengan nuansa kolosal ato kolonial ya?? dengan properti sebuah sepeda kumbang, gw minta tolong buat dijepret pake kamera ke bapak pemilik sepeda itu.
Punten pak ngerepotin,, hehehehe…

Belum puas dengan kenang2an yang gw dapet, gw berburu kaos yang bertemakan jalan Braga di pintu keluar acara. Lumayan lah, kaos dengan kualitas middle dan harga terjangkau masuk dalam backpack gw.
Lumayan, gw juga lagi kehabisan stok kaos, rata2 sudah kesempitan, karena badan gw yang melar.
Okeh nice, jam satu siang teng, gw cabut dari lokasi menuju ke kosan. Yah lumayan hasil jepretannya dan kenang2an yang gw dapet plus lumayan puas jalan-jalan siang ini, walaupun sendirian.
Gw mau sedikit berbagi hasil2 jepretan nyolong-nyolong niy… hehehe…
niy, silaken di pelototin…

snapshot-euy

Have a nice days… byeee….

— batMAN kasarung —

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s