Macro Fotografi (bagian 1)

Fotografi dari referensi yang saya baca di referensi (dari bahasa Inggris: photography, yang berasal dari kata Yunani yaitu “Fos” : Cahaya dan “Grafo” : Melukis/menulis.) adalah proses melukis/menulis dengan menggunakan media cahaya. Sebagai istilah umum, fotografi berarti proses atau metode untuk menghasilkan gambar atau foto dari suatu obyek dengan merekam pantulan cahaya yang mengenai obyek tersebut pada media yang peka cahaya.[dikutip dari wikipedia]

The Red Eyes

Cabang fotografi cukup banyak, namun yang akan kita bahas pertama kali adalah Macro Fotografi. Apabila diartikan dalam bahasa sehari-hari adalah fotografi dengan cara pengambilan gambar cukup dekat dan membutuhkan perbesaran object. Biasanya perbandingannya 1:1, yaitu ukuran dari foto yang diambil sama dengan ukuran aslinya. Namun tidak menutup kemungkinan apabila perbesarannya bisa berkali-kali lipat, contohnya dalam bidang ilmu biologi dengan menggunakan microscope. Sama dengan fotografi macro, menggunakan prinsip microscope untuk mengambil gambar pada objek. [ ini menurut saya]

Untuk mengambil gambar / foto macro, dibutuhkan beberapa tools utama yaitu : kamera (bisa pocket bisa juga SLR) dan Lensa (ini pasangannya SLR). Tools bantuan dan metode-metode unik, seperti:

  1. Macro Extension Tube (MET), adalah sebuah tools beupa tabung gelap sebagai alat bantu / alat tambahan yang dipasang diantara body dan lensa berfungsi untuk pengambilan foto macro dimana memiliki efek dapat memendekkan jarak fokus ke benda hingga +/- 4 cm di depan object sehingga dapat diperoleh perbesaran dari object. ada 2 jenis MET, yaitu Manual Focus (MF) dan Auto Focus (AF).
  2. Reverse Lens, dengan cara membalik lensa di depan body kamera SLR atau dengan cara di pasangkan pada bagian depan lensa kit atau lensa yang eksisting. Umumnya metode Reverse lens menggunakan jenis lensa 50 mm.
  3. Dioptre Lens, dapat berupa kaca pembesar, filter close up (dengan perbesaran tertentu), filter macro dll. Intinya membantu lensa eksisting dengan perbesaran yang kurang maksimal dapat lebih maksimal dan memendekkan jarak focus ke object.
  4. Lensa Macro, yang ini jelas mahal, untuk tipe Canon 50 mm f/2.8 Macro saja di banderol 2,9 juta. yah, cukup membuat tercekik dompet kita. Namun dengan menggunakan lensa macro, hasil ngga main-main pasti dijamin tajam abies.

Wokeh, malam ini cukup segini dulu yang bisa saya tulis dimari. Besok, lanjut lagi.. apabila ada saran, ide, masukan dan kritikan, langsung aja di bagian komentar ya.. hehee.. thanks..

-batMAN kasarung-

2 comments

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s