Kalimantan (2)

Setelah tulisan sebelumnya lupa dilanjut, kali ini dibahas dan dilanjutkan lagi..

Yak, perjalanan dimulai mendadak di hari Rabu malam, setelah dapat SK. sebelumnya kalo keluar kota saya lebih memilih naek angkutan darat kereta / bis / travel, sekarang mau ngga mau harus pake pesawat. Entah ndeso atau parno sama pesawat, dengan niat yang terpaksa daripada naek kapal laut, akhirnya terbang ke Banjarmasin, Kalimantan Selatan.
Sebelum berangkat pastinya sudah survey peta dulu seperti Dora.😛, Bandara di Kota Banjarbaru sekitar 1 jam perjalanan ke Banjarmasin. Ya dan sekitar sini sekarang saya menetap sebagai kontraktor (ngontrak rumah maksudnya).

Kebetulan berangkat dengan satu paket rombongan dengan pegawai PT POS Indonesia yang sedang Dinas ke Kalsel, kami banyak sharing, diantaranya mengenai tempat tinggal. Lupa namanya bapak siapa, dia menyarankan kalau mau tinggal di Banjarmasin, kalau bisa jangan di kota nya terutama setelah menyeberangi sungai, karena masalah di air bersih yang susah. Beliau sudah pernah tugas 7 tahun di Banjarmasin, semoga ane ngga lebih dari 1-2 tahun.. amieenn..🙂
Tiba di Banjarmasin, dijemput rekan kantor yang kan serah terima pekerjaan, dan menginap di basecamp team serpo, bukannya ngirit, itung-itung sekalian kenalan sama team yang nanti akan bekerja sama dalam mengelola tanah garapan #eh, maksudnya akan kerja sama di Kalsel.

Sesuai Plan 3 hari keliling Banjarbaru-Banjarmasin-Pelaihari-Asam-asam, dilanjutkan Banjarbaru-Martapura-Barabai. kesan pertama memutar dan keliling disini adalah orangnya, awalnya saya sempat jaga2, siapa tahu modelnya kayak orang2 Jakarta atau lebih parah, ternyata tidak. Orang disini ramah bisa dibilang mirip orang Jawa, dari bahasa dan adat istiadatnya yang bercampur antara Melayu dan Jawa, mungkin karena memang ada sejarahnya bahwa sebagian orang Banjar selain dari Melayu juga dari Jawa, sehingga ada percampuran budaya disini. Selain itu melihat kultur Islamnya yang masih kental, jadi deh lebih tertarik tinggal disini.

Disini saya sebut mirip Bekasi, panas berdebu/pasir tanahnya dan sedikit kumuh dibeberapa daerah dekat aliran sungai. ya tidak sekumuh Jakarta, mungkin karena becek dan tanah rawa saja. eh tapi pas datang agak mendung, jadi ngga panas-panas banget, malah cenderung sejuk.
Sabtu pagi, sebelum meluncur ke Kaltim, sempat-sempatin berangkat ke toko yang jual aksesoris, untuk beli batu permata khas kalimantan di Martapura, dengan mengendarai sepeda motor sewaan dari team. Pas banget ngga ada mendung, panasnya mantab.. hahaha.. pas lagi bulan Ramadhan, lengkap sudah peluh bercucuran dan tenggorokan yang kering.
oh iya, saat bulan Ramadhan, toko jual makanan disini dipastikan 98% tutup yang 2% adalah toko kelontong, tidak seperti di Jawa, rumah makan / warung makan-nya tutup, tapi hanya tutup tirainya saja. Di dalamnya ramai orang yang makan. Hahahaha..

Minggu Sorenya dilanjut ke Propinsi di sebelah utaranya, ya Kalimantan Timur. Menuju Balikpapan dan Samarinda. berdasarkan diskusi dengan teman, naik pesawat atau darat. Dengan pertimbangan pesawat yang menuju Balikpapan dengan pesawat baling-baling sekelas CN235 atau ATR, saya ambil opsi jalan darat saja, sekalian lihat jalur daratnya. Perjalanan dengan Bus akan makan waktu semalam-an, kombinasi darat dan kapal penyeberangan.

Dan Kesimpulan awalnya, Kalimantan Selatan,. hangat dan ramah suasananya.. rasanya akan ambil opsi stay disini dan tapi juga kita lihat nanti di Balikpapan buat perbandingan..

(bersambung)..