Membolang di kalimantan Timur (3)

Seperti yang diceritakan kemarin, untuk menempuh Banjarmasin – Balikpapan ada dua opsi, menggunakan pesawat atau jalan darat. Untuk Jalan darat akan makan waktu 12 Jam atau lebih dengan jarak tempuh antara 400 s.d 475 km , kalau ngga salah hitung dipeta, melintasi jalan dimana kanan kiri hutan, rawa, dan ladang sawit.

Dan perjalanan itupun dimulai, kami berdua layaknya backpacker, menuju ke kios diseberang Taman Makam Pahlawan di Landasan ulin, menunggu bis yang akan membawa ke Balikpapan, Kalimantan Timur. kurang lebih jam 16:00 atau 16:30 WITA bis datang, ampun mak.. bisnya kayak bis AKDP pulau Jawa yang kelas ekonomi, dengan armada tahun 90an dan AC seadanya.
Ngga masalah lah, kebetulan lagi mendung dan dekat malam hari, ngga begitu kepanasan. dalam perjalan ini, bekal utama adalah air minum 1 botol 1,5 l dan 2 botol 600 ml, untuk buka puasa dan selama didalam bus, karena hampir dehidrasi dengan panasnya Kalimantan hari Sabtu dan Minggu.

Mendekati jam 02:00 WITA, kami sudah mendekat ke balikpapan, ya di seberang sungai / teluk (maaf ga keliatan krn mata masih ngantuk, kalo di peta sih mirip muara sungai/teluk ) sudah kota Balikpapan. Bus harus antri untuk masuk kedalam kapal penyeberangan, sebelum masuk tepatnya di pintu gerbang banyak penjualan makanan untuk sahur sudah menawarkan dagangannya. yak saya beli satu bungkus untuk sahur di kapal nanti, karena biasanya jualan makanan di kapal penyeberangan mahal seperti di penyeberangan selat sunda. Selama di kapal, sahur dengan sebungkus makanan yang dibeli tadi belum kenyang, buka-buka kantong ajaib nemu sekotak susu sambil beli bakso dikapal penyeberangan. Sesuai perkiraan, bakso ala kadarnya dihargai Rp 15.000,-. kalau di Jakarta udah dapet Mie Ayam Bakso nih..😛.

Perjalanan penyeberangan cuma 30 menit, tapi karena antri bongkar muat, bisa diistilahkan jadi delay hampir 2 jam untuk antri bongkar muatan di Balikpapan. Jam 04:45 WITA kami tiba di pool bis yang membawa kami dari Banjarmasin, kontak rekan-rekan di basecamp dan dijemputlah kami untuk singgah dan istirahat sebelum keliling lagi. Jadwal yang harusnya selesai Jumat, Senin pagi kami jadwalkan untuk dipadatkan, sehingga plannya rabu malam atau kamis pagi bisa pulang ke Jakarta, maklum Libur lebaran sudah dekat, dan kemarin sudah rencana mudik, ke dua Propinsi (Jateng dan Jatim via DKI).

Senin pagi, sekilas memandang di Balikpapan, kotanya sudah cukup maju, jauh lebih maju dari Banjarmasin – Banjarbaru dan naik-turun kontor geografisnya. mirip-mirip Ungaran – Jawa Tengah-lah modelnya. Karena banyak pendatang dari mana-mana suasananya lebih mirip Jakarta, kalo niatnya menghindar dari Jakarta ketemu suasana Jakarta lagi dimari, hahaha. Melihat sisi ketersediaan listrik yang masih menggunakan PLTD sedikit mengkhawatirkan, kenapa mengkhawatirkan? karena pasti akan lebih sering padam jika akan ganti pembangkit. Belum kalau terjadi kelangkaan BBM / keterlambatan distribusi. Hari Senin Keliling diinternal kota Balikpapan ke 4 site, berlanjut besok selasa pagi menuju Samarinda.

Samarinda, saya rasa ini mirip dengan kota-kota di Kalimantan Selatan, masih sedikit ramah dan cukup bersahabat. Perjalanan dari Balikpapan 3 jam perjalanan dengan jalur darat. melewati pemandangan disekitar bukit Soeharto, hutan lindung dikanan dan kiri jalan, tapi kedalamnya banyak ladang sawit😛. Eh iya, dalam perjalanan sempat lewat pusat konservasi orangutan, sayangnya  kemarin posisinya lagi ngga bisa mampir2 karena memadatkan jadwal. Next time saja mampir ke lokasi dan maen-maen sama orangutan.

Memasuki kota, disambut hamparan sungai yang luas, sungai Mahakam. Kondisi macet terlihat ketika akan menyeberang sungai Mahakam, maklum jembatan hanya dua jalur dan volume kendaraan yang lewat cukup banyak, jadilah macet antrian terutama di jam pagi dan sore hari sepulang kantor. Di Samarinda keliling ngga cukup jauh kotanya juga kecil, hanya di satu site saja sambil berkeliling lokasi sekitarnya. Ngga lama kembali lagi ke Balikpapan dan packing karena besok siang kembali ke Jakarta. Sebelum pulang ngga lupa mampir ke sentra jual cindera mata khas Kaltim, karena memang ngga niat nyari banyak-banyak biar tas muat, akhirnya hanya cari gantungan kunci saja.

Dari perjalanan survey site tsbt, akhirnya dibulatkan untuk ambil posisi di Kalimantan dan menempati kota Banjarmasin – Kalimantan Selatan sebagai basecamp, selain alasan yang disebutkan di tulisan sebelumnya, dan yang menjadi faktor lain adalah kondisi listriknya. di Balikpapan masih PLTD sedangkan di Banjarmasin sudah ada PLTU dengan bahan bakar  batubara.

sebenarnya banyak yang pengen diceritain, karena space dan waktu hanya disingkat-singkat saja. Next nulis lokasi wisatanya. Sangat sayang sekali, pas datang kesini si EyOS sudah dilego, ada HP cuma kondisi kameranya kurang bagus.. next kalo bisa foto2, kita pasang, biar ga pegel baca tulisan aja. hehehe..